Tips Membeli Rumah Second

Membeli rumah memang bukan perkara mudah, dalam islilah jawa, membeli rumah temasuk “pulung” atau keberuntungan. Tidak semua orang bisa mendapat rumah sesuai harapan. Bahkan orang yang berduit pun bukan berarti gampang memilih rumah sesuai harapan. Lebih-lebih membeli rumah lama, atau sering juga disebut rumah second, pemilihannya lebih pelik lagi. Sebab, ada rumah yang kelihatannya dari luar bagus, tapi konstruksinya sudah rapuh, ada juga rumah tua yang kelihatannya agak kusam, tapi ternyata rumah tersebut memiliki kualitas bangunan yang cukup bagus. Bisa jadi warna kusam yang tarcipta hanya lantaran catnya sudah using, dan begitu dicat baru, rumah tersebut kelihatan megah lagi.

Berbagai kondisi rumah tersebut penting diperhatikan, sebab bila seseorang salah memilih rumah, bisa-bisa biaya perawatannya cukup besar. Apalagi yang berpenghasilan pas-pasan, atas dasar itulah, beberapa tips sebelum membeli rumah bekas di bawah ini Iayak Anda cermati.
Anggaran
Sebaiknya Anda menetapkan anggaran pembelian rumah sesuai kemampuan. Misalnya anggaran maksimal ditetapkan Rp 100 juta, maka fokus Anda adalah mencari rumah yang harganya di bawah Rp 100 juta. Jangan sampai tergiur rnembeli yang lebih dari itu, karena keseimbangan belanja rumah bisa terganggu. Tambahkan pula dalam anggaran minimal 10% untuk renovasi rumah, biaya transaksi, pindahan, dan sebagainya.
Pertimbangkan juga rencana ke depan, seperti menambah anak lagi, ingin melakukan renovasi, dan sebagainya. Bila Anda berencana memakai KPR, rumah yang Anda inginkan haruslah bersertifikat hak milik, ber-MB, dan mempunyai nilai jual di pasaran. Membuat Daftar Rumah yang diinginkan hendaknya dicatat dalam semacam daftar, misalnya, Anda menginginkan rumah yang lokasinya A, dekat dengan sekolah atau tempat kerja. Kemudian ingin yang model rumahnya minimalis.
Semua keinginan tersebut didaftar, karena rumah menyangkut kepentingan keluarga juga, maka anggota keluarga perlu juga diajak memilih, biasanya jumlah keinginan sangat banyak. Maka jangan heran jika daftar yang Anda susun juga panjang. Sebaiknya urutannya disusun berdasarkan keinginan terpenting. Jadi skala prioritas utama adalah daftar yang berada di urutan paling atas.
Mencari Informasi
Carilah sebanyak mungkin rumah yang dijual. Bisa Anda ternukan dikoran, internet, atau agen properti. Cobalah sesuaikan informasi yang masuk dengan daftar keinginan yang telah tersusun. Poin mana saja yang sesuai harapan. Rumah yang poinnya paling banyak merupakan rumah yang paling realistis dibeli.
Mengulur Waktu 
Setelah Anda menemukan rumah yang paling realistis sesuai keinginan. maka jangan tergesa membeli, renungkan serta pertimbangkan kembali beberapa hari lagi. Barangkali ada beberapa kelemahan yang mungkin tidak Anda temukan sebelumnya. Sekaligus Anda menawar harganya. Sebab, kadang-kadang beda hari juga bisa lebih murah. Hal ini terutama terjadi pada rumah yang dijual karena pemiliknya terdesak masalah keuangan dan ingin mendapatkan uang sesegera mungkin.
Bangunan dan lingkungan 
Sebaiknya Anda membawa orang yang mengerti kondisi bangunan, misalnya kontraktor. Periksa pondasi dan struktur bangunan, lantai dan atap. Adakah yang retak? Adakah bekas air di dinding yang horisontal? Adakah retak yang vertikal? Apakah ada tanda serangan rayap? Jika ada gundukan kecil tanah di beberapa tempat, kondisi kayu-kayu di rumah itu berarti mulai dimakan rayap. Itu berarti tinggal menunggu waktu saja penyebaran rayapnya ke kayu lain. Memang, sebaiknya kayu yang dipilih jati sebab kayunya lebih kuar dan tahan rayap. Selanjutnya periksalah apakah ada lantai yang menggelembung?
Periksa atap serta dindingnya. Apakah ada bekas air? Mintalah denah rumah terakhir apabila pemilik memiiikinya Periksa semua ruangan yang ada didenah tersebut, apakah cocok jumlah dan ukurannya? Atau, adakah ruangan yang hilang? Ini berguna untuk penempatan perabotan dan manajemen ruangan lainnya. Tanyakan usia bangunan, kapan renovasi terakhir, apa yang direnovasi dan mengapa direnovasi. Periksa daya dan distribusi dan kondisi kabel listrik.
Rasakan sirkulasi udara di setiap ruangan, bila sumpek apakah bisa diperbaiki dengan mudah atau harus dipasang AC? Periksa intensitas cahaya di setiap ruangan. Jika kurang cahaya, ruangan akan lembab, barang cepat berjamur dan menimbulkan bau.
Periksa sumber air. Apakah airnya bangus? Bisakah dipakai untuk minum, mandi atau mencuci mobil? Periksa pula saluran airnya. Jika ada yang bocor, biasanya dindingnya basah. Jika ada dinding basah ini bisa jadi dibutuhkan biaya renovasi yang besar biayanya. Periksalah jalur pembuangan sisa rumah tangga apakah WC-nya lancar? Di manakah letak septic tank, tempat pembuangan sampah, serta jadwal pengambilannya?
Periksa jalur gas dengan cara yang sama dengan pipa air. Apakah ada bau gas yang terasa di ruangan yang jauh dari dapur? Bila bangunan sudah di atas 10 tahun, biasanya sudah ada yang diganti.
Kondisi Lingkungan
Coba ketahui siapa tetangga Anda. Sudah berapa lama mereka tinggal di situ, dan bila banyak rumah yang kelihatan kosong, cari tahu mengapa? Apakah di daerah tersebut pernah atau sering banjir? Bagaimanakah akses keamanan menuju rumah tersebut? ini bisa jadi petunjuk soal kenyamanan tinggal di lingkungan tersebut. Cek juga rute rumah ke tempat kerja pada siang. Apakah sering ada hambatan? Hitung jarak rumah dengan fasilitas umum seperti pasar, rumah sakit, tempat ibadah, pertokoan, dan sebagainya. Cobalah Anda menelusuri kembali rute-rute tersebut pada malam. Apakah banyak perbedaan antara siang dan malam?
Periksa Berbagai Tagihan
Pastikan pemilik lama telah membayar semua kewajibannya, seperti tagihan listrik, telepon, PDAM, retribusi kebersihan dan keamanan, PBB tahun berjalan, dam sebagainya. Jangan sampai ada tunggakan.
Status Kepemilikan Rumah
Anda harus mengetahui status kepemilikan rumah secara pasti. Perlu juga dicari, apa alasan pemilik menjual rumah, siapa nama yang tercantum di sertifikat, serta apa hubungannya dengan penjual?
Peruntukan dan Golongan Pemugaran 
Anda bisa menanyakan Izin Mendirikan Bangunannya (IMB). Salah satu syarat pengajuan KPR adalah IMB. Jadi pastikan rumah tersebut memiliki IMB. Karena ada biaya tambahan jika IMB tersebut tidak dipegang lagi oleh pemilik. Golongan pemugaran bisa dilihat di IMB ataupun Dinas Tata Kota setempat. Periksa ukuran yang tertera di sertifikat, PBB dan IMB. Cocokkah dengan hasilnya.
Periksa Kembali Harganya
Membeli di atas harga pasaran? Kemahalan? Bila harganya sesuai dengan daya beli dan Anda telah menyukai rumah tersebut, seharusnya kemahalan tidak boleh jadi suatu masalah. Namun perlu dipertimbangkan sisi investasinya. Jika suatu saat Anda harus menjual cepat rumah tersebut, tingkat keuntungannya bisa sangat kecil atau malah rugi. Rundingkan harga berdasarkan data yang Anda miliki. Perhatikan sikap Anda dalam berunding. Banyak transaksi rumah gagal karena ketersinggungan di kedua pihak.
Memilih Notaris atau PPAT
Biasanya dalam transaksi pembelian rumah secara tunai, notaris atau PPAT dipilih dan dibayar sepenuhnya oleh pembeli. Untuk itu Anda bisa minta referensi dari saudara dan relasi Anda.
Memilih Agen Properti
Tidak ada salahnya Anda memakai jasa agen properti dalam memilih rumah, karena selain memiliki berbagai alternatif, mereka pun dapat membantu dalam proses transaksi dan dokumentasi.
(Sumber : Suara Merdeka)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s