Nilai Tambah, daya Tarik Bisnis Properti

RumahCom – Tak banyak bisnis yang menawarkan nilai tambah seperti properti. Lantaran kelebihannya ini, banyak investor atau orang-orang yang ingin menggandakan uangnya akhirnya menjatuhkan pilihan pada sektor riil ini.

Nilai tambah (added value) investasi properti diperoleh akibat pengembangan bangunan di atas sebidang tanah kosong. Nilai tambah akan semakin  tinggi, jika bangunan tersebut dibuat dengan menggunakan gaya arsitektur atau desain tertentu yang memperindah tata ruang bangunan itu.

Kreativitas seperti ini akan menghasilkan nilai jual lebih besar dibandingkan dengan jumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli tanah dan membangun bangunan tersebut. Ini merupakan teori dasar investasi properti, yakni mengembangkan tanah untuk menghasilkan nilai tambah.

Perlu Kreativitas
Menurut pengamat properti Panangian Simanungkalit, dalam bukunya ‘Cara Kaya Melalui Properti’, nilai tambah akibat pengembangan sebuah lokasi tanah menjadi bangunan rumah pada umumnya akan memberikan keuntungan lebih pada investor yang menanamkan uang untuk mengembangkan tanah tersebut. Pekerjaan ini disebut sebagai dealer properti (property dealer).

Pekerjaan dealer properti tidak sulit: membeli tanah atau properti, membangun atau merenovasinya, kemudian menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Profesi dealer ini sebenarnya telah banyak dilakukan secara tradisional di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sejak awal 1970-an.

Hal ini merupakan cikal bakal ilmu pengembang. Bedanya, jika dealer properti mengembangkan atau merenovasi satu atau beberapa rumah karena modal terbatas, maka pengembang—yang memiliki uang lebih banyak—akan membeli lahan luas dan mengembangkan ratusan, bahkan ribuan rumah di atasnya.

Di sisi lain, karya manusia berupa pengetahuan terhadap penataan ruang, arsitektur, pembangunan fasilitas umum, fasilitas sosial, fasilitas komersial, dan lain sebagainya, yang diupayakan seorang investor dalam pengembangan properti, sangat berarti dan memiliki nilai tinggi.

Keuntungan semacam ini tidak akan didapat dari investasi lain. Misalnya dalam investasi emas, harganya tentu hanya akan tergantung pada naiknya harga dan berat emas tersebut. Demikian pula investasi dolar yang hanya tergantung dari naik-turunnya nilai tukar di pasar uang.

Dari sisi ini terlihat, karya dan kreativitas manusia sangat penting dalam properti, sehingga seorang yang kaya secara intelektual (kreatif) sangat cocok menjadi investor properti.

Anto Erawan
antoerawan@rumah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s