Pembuatan Sertifikat Tanah Warisan

Tanya:

Kami baru diberitahu oleh teman kakek bahwa kakek kami memiliki kebun coklat seluas 1,5 hektar yang berada di luar kota. Kebun itu diolah oleh petani penggarap yang selama ini dipercaya oleh kakek kami. Kakek kami telah wafat sekitar 12 tahun yang lalu tanpa sempat memberi tahu, sehingga anak-anak beliau tidak mengetahui keberadaan sertifikat tanah ini. Informasi terakhir diketahui bahwa status tanah tersebut masih berupa surat girik.

Menurut informasi lain, akan ada rencanan pembangunan jalan yang akan melewati tanah tersebut. Terkait dengan rencana tersebut, para pemilik tanah harus menyiapkan segera bukti-bukti kepemilikan untuk pengurusan ganti rugi. Pertanyaan kami, bagaimana cara kami mengurus kepemilikan tanah tersebut, mengingat anak dan cucu masih berhak atas tanah waris? Bagaimana proses jual beli tanah untuk keperluan pembangunan jalan?  Terima kasih atas jawabannya Pak Akram.

 Salam

Mizlahuddin, Bandung

 

Jawab:

Permasalahan Anda adalah soal pengurusan tanah warisan. Tetapi sebelum menjawab pertanyaan Anda perlu kami sampaikan bahwa Surat Girik bukanlah tanda bukti hak atas tanah, tetapi bukti bahwa si pemilik girik menguasai tanah milik adat dan sebagai pembayar pajak atas tanah tersebut.

Namun begitu girik dapat dijadikan dasar untuk memohon hak atas tanah karena pada dasarnya hukum pertanahan kita bersumber pada hukum tanah adat yang tidak tertulis. Hal ini dapat dilihat pada Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Untuk itu, langkah yang perlu Anda lakukan adalah:

1.  Pastikan bahwa nama kakek Anda yang tercantum dalam girik tersebut. Jika tidak, harus ada hubungan hukum antara kakek Anda dengan orang yang tercantum dalam girik tersebut.

2.  Pastikan obyek tanah tersebut sama dengan yang dimaksud dalam girik. Kemudian kuasai secara fisik dengan tanda batas yang jelas.

3.  Ajukan permohonan hak atas tanah tersebut langsung ke Kantor Pertanahan setempat, dengan tahapan yang secara garis besarnya, sebagai berikut:

  • Pengukuhan fisik tanah dilanjutkan dengan pembuatan Gambar Situasi.
  • Penelitian dan pembahasan Panitia A.
  • Pengumuman atas permohonan tersebut.
  • Penerbitan SK Pemberian Hak.
  • Pencetakan Sertipikat Tanah.

 

Total waktu yang dibutuhkan kurang lebih 90 hari. Adapun biaya pemasukan ke Kas Negara sekitar 5% x NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) x luas tanah, ditambah dengan dana operasional petugas lapangan. Mudah-mudahan Anda dapat memiliki tanah itu secara sempurna, yaitu bukti fisik dan bukti surat (sertipikat) berada di satu tangan.

Berkaitan dengan proyek jalan yang akan dibangun di atas tanah tersebut maka Anda berhak mendapatkan ganti rugi dengan mekanisme jual beli sesuai dengan aturan terbaru dengan nilai minimal sama dengan harga NJOP dan disesuaikan dengan bukti kepemilikan yang Anda punyai.

Demikian penjelasan singkat kami, semoga bermanfaat.

Oleh:

Muhammad Akram S.H.,MHum

Ketua Litbang
FORUM KAJIAN HUKUM PROPERTI INDONESIA
at ERWIN KALLO & Co. PROPERTY LAWYERS

Telp.021-52906814/ Faks. (021) 52906815

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s