Cara Meningkatan Status Tanah Girik Menjadi SHM

Cara Ubah HGB jadi SHM

Cara Mengurus Perubahan Tanah HGB Ke SHM (Hak Guna Bangun ke Hak Milik) 
Tanah dengan status sertifikat hak guna bangun (HGB) bisa dijadikan sertifikat hak milik (SHM) dengan melakukan pengurusan pada kantor pertanahan di wilayah tanah shgb berada. Tanah dengan sertifikat HGB tersebut harus dimiliki oleh warga negara indonesia (wni) dengan luas kurang dari 600 meter persegi, masih menguasai tanah dan memiliki hgb yang masih berlaku atau sudah habis masa.
Syarat mengajukan permohonan mengubah sertifikat HGB ke hak milik :
1. Sertifikat asli HGB yang akan diubah status.
2. Fotokopi IMB (izin mendirikan bangunan) yang memperbolehkan dipergunakan untuk didirikan bangunan.
3. Bukti identitas diri.
4. Fotokopi SPPT PBB (pajak bumi dan bangunan) terakhir.
5. Surat permohonan kepada Kepala Kantor Pertanahan setempat.
6. Surat penyataan tidak memiliki tanah lebih dari 5 bidang dan luas kurang dari 5000 meter persegi.
7. Membayar biaya perkara.
Tambahan :
- Bisa menggunakan jasa notaris PPAT (pejabat pembuat akta tanah) untuk pengurusan HGB ke SHM.
- Dasar hukum adalah Keputusan Menteri Negara / Kepala BPN No. 6 tahun 1998.

Cara Meningkatan Status Tanah Girik Menjadi SHM

Meningkatkan status tanah menjadi hak milik sangat penting. Namun, bagaimana dengan tanah girik atau kerap disebut tanah adat atau tanah-tanah lainnya yang belum memiliki bukti kuat secara hukum? Peningkatan status ini tentunya akan mempengaruhi nilai tanah secara keseluruhan. Nilai jual menjadi lebih tinggi dan kita juga merasa lebih aman bila mempunyai bukti kepemilikan berupa SHM.

Untuk masa sekarang hal ini tentunya menjadi sangat riskan sekali, karena girik sebagai bukti kepemilikan tanah dianggap kurang kuat secara hukum, karena hanya tercatat di kelurahan saja, sehingga harus ditingkatkan statusnya menjadi sertifikat sehingga tercatat di BPN. Peningkatan status ini tentunya akan mempengaruhi nilai tanah secara keseluruhan. Nilai jual menjadi lebih tinggi dan kita juga merasa lebih aman bila mempunyai bukti kepemilikan berupa SHM ( Sertifikat Hak Milik ).

Tanah girik adalah istilah populer dari tanah adat atau tanah-tanah lain yang belum di konversi menjadi salah satu tanah hak tertentu (Hak milik, hak guna bangunan, hak pakai, hak guna usaha) dan belum didaftarkan atau di sertifikat kan pada Kantor Pertanahan setempat. Sebutannya bisa bermacam2, antara lain: girik, petok D, rincik, ketitir, dll.

Peralihan hak atas tanah girik biasanya dilakukan dari tangan ke tangan, dimana pada awalnya bisa berbentuk tanah yang sangat luas, dan kemudian di bagi-bagi atau dipecah-pecah menjadi beberapa bidang tanah yang lebih kecil. Peralihan hak atas tanah girik tersebut biasanya dilakukan di hadapan Lurah atau kepala desa. Namun demikian, banyak juga yang hanya dilakukan berdasarkan kepercayaan dari para pihak saja, sehingga tidak ada surat-surat apapun yang dapat digunakan untuk menelusui kepemilikannya.

Perubahan tanah girik menjadi tanah bersertifikat resmi disebut pendaftaran tanah pertama kali.

Berikut beberapa langkah dalam meningkatkan status Girik menjadi sertifikat :
1. Membuat surat pengantar dari RT, RW, lurah atau Camat. (pasti ada biayanya, bisa di negosiasi)
2. Fotocopy akta jual beli + girik letter C
3. Anda Datang dan mendaftar ke BPN
4. Isi formulir pendaftaran ( sptnya ada biaya formulir juga..cmiiw)
5. Tanda tangan panitia (Tanya di BPN setempat ya).
6. Tanda tangan tetangga yg rumahnya berdekatan/berbatasan dgn tanah girik dimaksud.
7. Pengukuran tanah oleh Petugas Ukur dari BPN.
8. Selama 3 bulan tanah/rumah kita di umumkan/lelang dengan maksud untuk melihat apakah ada yg melakukan klaim atau tidak. Kalau tidak ada yg protes/tdk dalam sengketa maka SHM akan terbit.
9. Biasanya SHM akan selesai dalam jangka waktu antara 120 hari hingga 1 tahun.
Untuk biaya-biaya pengurusan mungkin pastinya bisa ditanyakan ke BPN, karena tidak pernah ada kepastian. Jangan terkecoh dengan tarif yang tercantum di kantor-kantor BPN, itu cuma tarif resmi saja atau kalau tidak mau repot biasanya via notaris juga bisa, tapi tentunya lebih mahal.
Untuk memohon hak atas tanah terhadap girik, langkah yang perlu dilakukan adalah :
a. Mintalah girik asli dari penjual dan pastikan nama penjual yang tercantum dalam girik tersebut = nama orang yang tercantum dalam Akta Jual Beli (AJB). Apabila tidak, harus ada hubungan hukum antara si penjual dengan orang yang tercantum dalam girik tersebut. Biasanya hubungan ini harus dapat ditunjukkan dengan dokumen tertentu, misalnya akta wasiat, akta keterangan mengenai ke-ahliwarisan, surat kuasa atau putusan pengadilan.
b. Pastikan objek tanah tsb = yang dimaksud dalam girik, kemudian kuasai secara fisik dengan tanda batas yang jelas.
c. Ajukan permohonan Hak Atas Tanah tersebut langsung ke Kantor Pertanahan setempat biasanya dengan tahapan secara umum seperti ini:
* Pengukuhan fisik tanah dilanjutkan dengan pembuatan Gambar Situasi
* Penelitian dan pembahasan Panitia A
* Pengumuman atas permohonan tsb
* Penerbitan Surat Keputusan Pemberian Hak
* Pencetakan Sertifikat Tanah
Secara teori, total waktu yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 90 hari, biasanya satu tahun. Biaya pemasukan ke Kas Negara sekitar 5% x NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) x luas tanah, ditambah dengan biaya operasional petugas lapangan.
Untuk biaya meningkatkan status sertifikat adalah bervariasi tergantung besar harga NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) dan luas tanah. Adapun formula besar biaya yang mungkin dibayarkan adalah sebagai berikut: 2% x (NJOP Tanah – 60 Juta). Sekadar gambaran, untuk tanah seluas 100 meter persegi dengan NJOP sebesar 1.000.000 rupiah per meter persegi, Anda mungkin membayar sekitar 800.000 rupiah. Komponen biaya lain yang mungkin akan dikenakan antara lain biaya cek sertifikat.
Pengurusan HGB ke SHM biasanya memakan waktu lama. Supaya tak repot bolak-balik mengurus dokumen yang diperlukan ke kantor kelurahan ataupun kecamatan, Anda bisa menggunakan jasa notaris dengan kisaran harga 1.000.000 rupiah sampai 3.000.000 rupiah.
Ini hanya sekedar berbagi informasi, mudah-mudahan bisa berguna bagi yang membutuhkannya. Kalau ada yang mau melengkapi informasi atau menambahkan informasi atau punya informasi lain tentang pertanahan juga boleh di-share ke sini. OK

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s